Pengasuh

KH. Muhammad Wajid MS.

KH. Muhammad Wajid MS. adalah yang pertama kali mendirikan pesantren Faidlul Hikmah serta salah satu pendiri perguruan pencak silat pagar nusa yang ada di Ciklenteng.

Jalan terjal Kyai Muhammad Wajid MS. dimulai pada tahun 1990 an seiring dengan boyongnya beliau dari pengembaraannya ngangsu ilmu di beberapa pesantren yang ada di Jawa. Setelah dari masa kecil hingga dewasa ia habiskan ngalap barokah. Beliau pulang dengan kesederhanaannya. Awal mula beliau mulai merintis pengabdian adalah kepada masyarakat, yaitu dengan menjadikan masjid Al-Hikmah di Ciklenteng sebagai pusat da’wah dan mengajar ilmu Agama dengan metode Al-Hikmah (kebijaksanaan), yang berarti menyelaraskan da’wah sesuai keadaan masyarakat objek mad’u (objek da’wah), hal ini didasari dengan firman Allah SWT :“serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (An-Nahl : 125).

Kedatangan beliau memang sangat tepat dengan keadeaan Ciklenteng kala itu, dimana masyarakat masih sangat awam dengan babagan ilmu agama. Hampir setelah memulai kiprahnya ini, keseharian beliau selalu disibukan dengan mengajar, berdakwah, berjama’ah. Dari pagi hingga malam, bahkan terkadang hingga larut malam, karena saking banyaknya murid beliau dan bujang setempat yang datang hanya untuk sekedar berilmu.

Kyai Muhammad Wajid MS. menikah dengan Urifatul Khasanah binti Mu’idz, yang kemudian dikenal dengan nama Nyai Urifah. dan dari sini pulalah asal mula adanya masjid al-hikmah di Ciklenteng.

Secara garis besar Abah yai begitu masyarakat setempat memanggilnya, adalah sosok yang sederhana dan bersahaja. Beliau gemar melakukan Riyadlah; mengolah jiwa atau Tirakat, sehingga seakan hari-hari beliau hanya berisi pengajian dan tirakat.

Sosok Kyai Muhammad wajid MS. adalah sosok yang sangat istiqomah dan berdisiplin dalam beribadah, bahkan dalam segala kondisi apapun dan keadaan bagaimanapun, hal ini terbukti tatkala beliau menderita sakit, ataupun dalam keadaan secapai apapun beliau masih saja istiqomah untuk memberikan pengajian dan memimpin sholat berjamaah.

Dan alhamdulillah sampai sekarang, dari hasil kiprahnya beliau masih bisa kami rasakan. “Akan seperti apa jika Ciklenteng tidak ada orang yang seperti beliau ini” begitu kebanyakan masyarakat setempat berucap jika mengingat kiprahnya beliau.

Semoga kesehatan serta barokah Alloh berikan kepadanya dan keluarga beliau. Amin

Silakan Login terlebih dahulu melalui akun wordpres, facebok atau tewitter yang tersedia untuk meninggalkan komentar dan pesan anda pada kotak dibawah ini:

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s