Nafsu

Jika berbicara nafsu, hakekatnya kita berbicara siapa diri kita sebenarnya, karena hal yang satu ini adalah sesuatu yang pasti ada dalam diri manusia. Bisa dibayangkan, ketika kita melakukan amal/ibadah yang menjurus pada kebaikanpun nafsu selalu datang menghampiri kita dengan rayuan nafsu itu sendiri, terlebih saat kita berbuat kejelekan. Lantas bagaimana kita mengengkangnya? Sebenarnya hal ini gampang-gampang susah, “Kekanglah kendali nafsumu dan belokan dia dari kelezatan dan kesenangan yang di cari. Jangan jadikan ia sbg penguasa”.

– Cukup kepada Allahlah kita berharap agar Dia memperbaiki apa yang rusak dari hati kita ini, dan kepada-Nyalah kita memohon pertolongan untuk memberikan petunjuk pada jiwa kita. Sebab, hati berada di tangan-Nya, Dia mengaturnya sesuai yang Dia kehendaki.

– Perangilah hawa nafsu kalian, sebagaimana kalian memerangi musuh-musuh kalian

– Sesuai dengan perjuangan jiwa seseorang dan penolakannya terhadap syahwatnya serta penolakannya untuk mengikuti kesenangannya (yang diharamkan), dan penolakan atas apa yang menjadikan mata berkeinginan memandangnya, maka di situlah terletak pahala dan siksaan.

– Orang yang bijak adalah yang dapat menguasai hawa nafsunya.

– Janganlah sekali-kali engkau menuruti nafsumu, dan jadikanlah yang membantumu untuk menghindar darinya adalah pengetahuanmu bahwasanya ia berupaya mengalihkan perhatian akalmu, mengacaukan pendapatmu, mencemarkan kehormatanmu, memalingkan kebanyakan urusanmu, dan memberatkanmu dengan akibat yang akan engkau tanggung di akhirat. Sesungguhnya nafsu adalah permainan. Maka, jika datang permainan, menghilanglah kesungguhan. Padahal, agama tidak akan pernah berdiri tegak dan dunia tidak akan menjadi baik kecuali dengan kesungguhan.

– Sesungguhnya saat engkau meninggalkan kebenaran, engkau pasti sedang menuju kepada kebatilan; dan saat engkau meninggalkan sesuatu yang benar, engkau meninggalkannya menuju kesalahan.

– Orang yang baik adalah yang mampu mengatur nafsunya sesuai keinginannya dan menolaknya dari segala keburukan, sedangkan orang yang jahat adalah yang tidak seperti itu.

– Janganlah engkau menuruti nafsumu dan perempuan, dan kerjakanlah apa yang menurutmu baik.

– Cegahlah nafsu yang bertentangan dengan akalmu, yaitu dengan menentang keinginannya.

Silakan Login terlebih dahulu melalui akun wordpres, facebok atau tewitter yang tersedia untuk meninggalkan komentar dan pesan anda pada kotak dibawah ini:

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s