Belajar nyantri

Sudah barang tentu bahwa setiap kehidupan pasti akan menghadapi sebuah cobaan, tergantung seberapa kuat kita menghadapinya. Bahkan dalam kita menuntut ilmupun acap kali cobaan itu menghampiri kita, baik berupa penyakit, musuh dan lain sebagainya. Sebenarnya jika kita sadari cobaan itu adalah sebuah rintangan dalam kehidupan untuk menuju level kesuksesan. Dan cobaan yang terbesar adalah ketika seseorang menduduki tingkat kesuksesan itu sendiri, dimana segalanya yang diinginkan dapat dibeli dan dikuasai dengan uang. Ibarat kata “semakin tinggi pohon yang tumbuh, maka semakin besar pula datangnya angin yang menerpa”.

Begitupun dalam kita mencari ilmu. Orang mencari ilmu hendaklah tidak mencemarkan dirinya sendiri dengan sikap sombong terhadap orang lain yang tidak semestinya, dan hendaknya pula menjaga diri dari hal-hal yang menghinakan ilmu dan orang alim / ahli ilmu. Agar ilmu dan orang ‘alim tidak lagi dipandang remeh. “Waspadalah menghadapi dunia karena sihirnya lebih dahsyat di banding harut dan marut”

1. Kudu niat baik
Sebaiknya bagi penuntut ilmu dalam belajarnya berniat mencari ridlo Alloh SWT, untuk kebahagiaan akhirat, membasmi kebodohan diri sendiri dari sekalian orang-orang bodoh.
Dan perlu di ingat juga, dalam menuntut ilmu hendaklah di niati syukur atas kenikmatan akal & kesehatan badan. Jangan sekali-kali mempunyai niat supaya terkenal, dipuji, di hormati, dll, sesungguhnya niat yang seperti itu salah.

3. Memilih ilmu
Menuntut ilmu hendaklah memiliki yang terbagus dari setiap bidang ilmu, memiliki ilmu apa yang di perlukan dalam urusan agama di saat ini, kemudian apa yang diperlukan diwaktu nanti.
TEKUNILAH ILMU YANG KUNA (Yang di ajarkan nabi), DAN JAUHILAH ILMU YANG BARU. Dan hindarilah hawa nafsu jelekmu, karena “Hawa nafsu adalah wujudnya kehinaan”. Hendaklah kamu memilih teman yang tekun, wira’i, yang berwatak jujur, dan mudah memahami masalah.
Teman yang malas, pengangguran, crewet, senang berbuat kacau, dan senang berbuat fitnah, itu semua harus kamu jauhi, tiada gunanya teman seperti itu

4. Menghargai ilmu dan Guru
Ketahuilah!!! SANTRI tidak akan bisa memperoleh ilmu & juga memetik manfa’atnya ilmu, kalau tidak bisa menghargai ilmu dan menghormati ahlinya ilmu (= ulama = Ustad, Kyai) dan memuliakanya.

“ sesungguhnya orang yang mengajari mu secuil dari ilmu yang dibutuhkan dalam urusan agama, adalah menjadi bapakmu dalam beragama (belajar, mondok=red)”

Silakan Login terlebih dahulu melalui akun wordpres, facebok atau tewitter yang tersedia untuk meninggalkan komentar dan pesan anda pada kotak dibawah ini:

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s